“Zee?? Quinzee Anabela Putri??” Andro menepuk pundak Zee dengan ragu-ragu.
Zee pun terkejut, ada seseorang yang
menepuk pundaknya saat dia tengah asyik memilih perlengkapan bayi disalah satu
mall di Jogja. Zee tengah mengandung anak pertamanya. Zee pun terperangah saat
dia menyadari bahwa yang menepuk pundaknya sepersekian detik yang lalu adalah
Andro.
“Androo?? Andromeda Lucian Mochtar??”
Andro mengulurkan tangannya
sambil melempar senyum saat melihat mulut Zee ternganga melihat kehadirannya
yang tak disengaja. Senyum yang selama tujuh tahun selalu Zee nanti untuk bisa
dia lihat lagi dengan mata indahnya. Senyum yang dulu pernah membuat hati dan
air mata Zee meleleh bertahun-tahun. Air mata?? Iyaa..Andro menghilang entah
kemana saat hati Zee yang begitu keras mulai luluh oleh senyum seorang Andro,
hingga akhirnya Zee memutuskan untuk menerima lamaran seorang pria yang
dijodohkan oleh orang tuanya.
“Kemana aja kamu, Ndoo??”


